Kontruksi mesin Offset

Desember 28, 2008

Offset Machine Constructions

Jika dilihat dari unit cetaknya, konstruksi mesin cetak offset lembaran bisa dibagi dalam beberapa kelompok, yaitu:

  1. Mesin Cetak Offset 1 Warna
    Mesin cetak offset terdiri dari satu unit mesin dengan 3 buah silinder di dalamnya, silinder itu adalah :

    • Silinder pelat
    • Silinder blanket
    • Silinder Impresion
  2. Mesin Cetak Offset 2 Warna
    Jenis mesin ini memiliki dua macam konstruksi, yaitu:

    • Menggunakan 2 unit secara berurutan, dimana setiap unit terdiri dari silinder pelat, silinder blanket, dan silinder impresion. Penyerahan kertas dari unit satu ke unit dua menggunakan teromol pemindah.
    • Hanya menggunakan satu unit yang terdiri dari 2 silinder pelat, 2 silinder blanket, dan satu silinder impresion. Konstruksi ini memungkinkan pencetakan dua warna sekaligus dalam satu cetakan.
  3. Mesin Cetak Offset 4 Warna
    Jenis mesin ini memiliki dua macam konstruksi, yaitu:

    • Menggunakan 4 unit secara berurutan, dimana satu unit terdiri dari 1 silinder pelat, 1 silinder blanket, dan 1 silinder impresion. Dan satu unit mewakili satu warna.
    • Terdiri dari dua unti yang mana setiap unitnya terdiri dari 2 silinder pelat, 2 silinder blanket, dan 1 silinder impresion.
  4. Mesin Cetak Offset Perfector
    Lain dengan tiga konstruksi sebelumnya yang hanya bisa mencetak 1, 2, atau 4 warna hanya pada satu sisi bahan cetak, maka konstruksi mesin jenis ini mampu mencetak dua sisi bahan sekaligus dalam satu kali lintasan. Konstruksinya sendiri dibagi menjadi 2 jenis konstruksi, yaitu:

    • Blanket to Blanket, yang terdiri dari 4 buah silinder, yaitu 2 silinder pelat dan 2 silinder blanket. Pada waktu pencetakan, bahan cetak berada diantara 2 silinder blanket yang saling menekan.
    • Dua unit (atau lebih) secara berurutan, dimana setiap unit terdiri dari 1 silinder pelat, 1 silinder blanket, dan 1 silinder impresion. Mesin ini juga dilengkapi dengan silinder pembalik kertas.

pengertian OFFset

Desember 28, 2008

Offset Printing

teknik cetak datar atau biasa disebut offset adalah teknik cetak dimana bagian yang mencetak kedudukannya sama datar dengan bagian yang tak mencetak.

Cetak offset adalah teknik cetak yang banyak digunakan saat ini. Karena telah terbukti teknik cetak yang satu ini memang memiliki banyak keunggulan dibanding teknik-teknik lainnya. Kecepatan, kemampuan, dan kemajuan teknologinya bisa dibilang sebagai kekuatan utama cetak offset. Bagaimana tidak, mesin offset tersedia dalam beberapa pilihan. Mulai dari mesin satu warna seperti Hiedelberg GTO 52, Printmaster, Speed Master, Roland, hingga mesin-mesin web berukuran besarpun ada. Cetak offset mengadopsi teknik cetak datar, dimana image area dan non image area sama tingginya. Namun apakah sebenarnya cetak offset itu.

Offset berasal dari kata set-off (beralih), dimana lapisan tinta yang ada di pelat cetak tidak langsung dialihkan ke permukaan bahan cetak tetapi diberikan dulu kepada sebuah blanket sebagai perantaranya.

Karena proses peralihan tadi, maka dalam mesin cetak offset setidaknya terdapat tiga buah silinder utama, yaitu silinder pelat, silinder blanket, dan silinder impresion. Dan karena dalam cetak offset tinta harus melalui blanket terlebih dahulu sebelum mencapai permukaan bahan cetak, maka cetak offset termasuk teknik cetak tidak langsung.

Sama seperti stempel anda di rumah, pelat cetak offset juga terdiri dari dua bagian, yaitu image area yang nantinya akan membentuk gambar dan non image area. Bedanya juga pada stempel acuan cetaknya bergelombang, maka tidak pada cetak offset, dalam cetak offset pelat cetak yang digunakan itu datar.

Cetak offset disebut juga chemical printing technique atau teknik cetak kimia, karena dalam prosesnya cetak offset memanfaatkan sifat tolak-menolak antara air dan minyak. Air yang dimaksud adalah air pembasah yang digunakan dalam cetak offset, dan minyak dianalogikan sebagai tinta yang digunakan dalam proses cetak. Bagian image area pada pelat cetak offset terbuat dari lapisan Oleophylic yang bersifat menolak air dan menerima tinta. Sebaliknya bagian non image area terbuat dari lapisan hidrophylic yang menerima air dan akan menolak tinta.

Seperti diketahui bahwa air mustahil melekat pada permukaan yang licin, maka dari itu permukaan bagian oleophylic dibuat licin, sedangkan hydrophylic kasar. Dalam proses cetak offset sendiri, pertama-tama pelat akan diberi lapisan air, dan karena sifat-sifat bagian pelat tadi maka bagian hidrophylic pun akan terlapisi oleh air, sedangkan bagian oleophylic akan tetap kering. Pada tahap selanjutnya, pelat cetak akan dilapisi oleh tinta, dan karena bagian hidropylic telah terlapisi oleh air, maka mustahil tinta akan melekat diatasnya, dan karena bagian oleophylic mampu menarik tinta, maka bagian itu pun akan terlapisi oleh tinta, dan gambar-pun akan terbentuk.

Rakel & Frame

Desember 28, 2008

Squeege

Rakel/Squeege pada teknik cetak sablon disamping berfungsi sebagai alat cetak juga berfungsi sebagai alat penekan tinta cetak ke atas bahan yang akan dicetak. Hal-hal yang perlu diperhatikan tentang rakel yang digunakan pada cetak sablon adalah:

  1. Bahan rakel
  2. Kekerasan karet raket
  3. Profil dan ukuran rakel

Bahan RakelBahan rakel biasanya terbuat dari karet alam, tetapi karet alam mudah sekali rusak dan mudah bereaksi dengan bahan pelarut yang digunakan, sehingga mempunyai umur yang pendek. Bahan karet rakel saat ini umumnya terbuat dari bahan karet sintetis seperti polyvinyl dan polyurethan. Bahan yang terbuat dari sintetis tidak mudah terpengaruh oleh tingkat kelembaban udara (relative humidity), suhu, maupun bahan pelarut, sehingga memiliki umur yang panjang.
Kekerasan Karet RakelPada umumnya bahan yang lunak dan tumpul akan mampu memindahkan lebih banya lapisan film tinta pada media cetak, sedangkan bahan yang keras dan tajam mengalihkan lapisan film tinta lebih sedikit.
Derajat tingkat kekerasan karet rakel:

  • 40-45 o Shore, Rakel sangat lunak, untuk memindahkan lapisan film tinta dalam jumlah banyak
  • 50-55 o Shore, Rakel lunak, untuk mencetak botol, kain, dan permukaan yang tidak rata
  • 60-65 o Shore, Rakel sedang, untuk mencetak kertas, karton, dan pekerjaan umum lainnya
  • 70-75 o Shore, Rakel keras, untuk memindahkan lapisan film tinta yang tebal, digunakan pada mesin, dan mencetak gambar (image) nada lengkap (halftone) kasar
  • 80-85 o Shore, Rakel sangat keras, memindahkan film tinta dalam jumlah banyak/tebal, digunakan pada mesin, dan mencetak gambar nada lengkap halus

Profil dan Ukuran Rakel

  • Rakel ujung persegiPada umumnya digunakan untuk mencetak di atas bahan cetak kertas, karton, dan merupakan rakel yang paling banyak mengalihkan tinta.
  • Rakel ujung bulatRakel yang digunakan untuk mencetak diatas latar belakang gelap, menggunakan tinta fluorescent, dan memindahkan tinta dalam jumlah banyak.
  • Rakel satu sisi miring 45oDigunakan untuk mencetak diatas bahan kaca, gelas, plastik, pelat, dengan jumlah lapisan film tinta yang tipis.
  • Rakel dua sisi miring 65oDigunakan untuk mencetak diatas benda-benda yang berbentuk silinder atau pada permukaan yang tidak rata seperti botol dan kain dengan detail yang penuh.
  • Rakel sisi bulatDigunakan untuk mencetak diatas kain, karena dapat memindahkan lapisan film tinta yang banyak/tebal.
  • Rakel dua sisi miring ujung datarDigunakan untuk mencetak bahan keramik, karena dapat memindahkan tinta dalam jumlah banyak.
  • Rakel perata atau intan (diamond)Rakel ini biasanya digunakan untuk mencetak cetakan yang berupa kemasan atau packaging.

Frame (bingkai cetak) yang digunakan dalam proses cetak sablon memiliki fungsi utama untuk merentangkan screen. Selain itu karena cetak sablon (manual) tidak memiliki sistem penintaan, maka frame juga berfungsi sebagai wadah tinta cetak. Frame yang baik memiliki beberapa persyaratan, diantaranya kuat, tahan lama, dan juga tahan terhadap bahan kimia.


Bahan Frame

  • kayuUmumnya untuk pekerjaan yang tidak memerlukan register tinggi, karena frame kayu mudah berubah ukuran, baik mengembang maupun menyusut.
  • alumuniumFrame ini cocok digunakan untuk pekerjaan dengan oplag tinggi, penyablonan dengan mesin, pekerjaan berwarna, serta pekerjaan dengan register tinggi, karena pada dasarnya frame alumunium cukup kuat, namun tidak tahan terhadap soda api dan sodium hipoklorit yang biasanya digunakan untuk mencuci screen

Frame kayu sendiri bisa dibuat secara manual dan dapat dilakukan sendiri. Frame kayu sendiri memiliki beberapa jenis sambungan, diantaranya:

  1. Sambungan sudut, penuh dengan besi siku
  2. Sambungan sudut setengah tumpuk
  3. Sambungan sudut 45o
  4. Sambungan sistem patris matris
  5. Sambungan sistem kombinasi

Squeege Part 2


  1. Rakel yang digunakan untuk mencetak menggunakan tinta cetak dasar minyak (solvent base ink). Rakel ini pada umumnya berwarna merah, coklat, dan hijau yang sering kali pada gagangnya diberi tanda tahan terhadap semua bahan solvent keras.
  2. Rakel yang digunakan untuk mencetak menggunakan tinta dasar air (water base ink). Rakel jenis ini biasanya berwarna biru dan tidak tahan untuk solvent keras.

Gagang Karet RakelPegangan karet rakel pada dasarnya terdiri dari 2 jenis, yakni gagang rakel yang terbuat dari logam dan gagang rakel yang terbuat dari kayu.

  1. Gagang rakel dari logamLogam yang digunakan adalah aluminium dengan tujuan agar pada waktu pencucian setelah rakel digunakan mencetak dapat lebih bersih, karena karet rakel dan gagang rakel dapat dipisahkan.
  2. Gagang rakel dari kayuKaret rakel dengan gagang kayu hanya disisipkan saja pada bilah kayu, sehingga bila ada tinta cetak yang mengering pada gagang rakel sering kali karet rakel sukar dimasukkan kembali.

Sudut Gerak RakelAgar dihasilkan lapisan film tinta yang baik keatas bahan cetak, maka sudut rakel pada waktu pencetakan idealnya adalah :

  • 65-75o (sudut ideal)Hal ini dilakukan terutama bila proses pencetakannya manual, dengan tujuan agar diperoleh lapisan film tinta ke atas bahan cetak sempurna (tipis dan rata)
  • > 75oRakel tidak memiliki kelenturan dan menyebabkan terjadinya gesekan rakel dengan scree, sehingga hasil cetak tidak register dan tinta pun sulit beralih.
  • < 65oKelenturannya tinggi, sehingga kontak dengan screen sangat kurang dan dapat menyebabkan perpindahan tinta yang berlebihan.

Arah Gerak RakelPada proses pencetakan secara manual, gerakan rakel dimulai dari sisi terikat ke sisi bebas, dengan tujuan agar bahan cetak tidak melekat dan idealnya jarak antara sreen dengan bahan cetak adalah 3-5mm.

Pengertian Screen Printing

Desember 28, 2008
  • Screen printing

Cetak sablon adalah suatu jenis pencetakan yang menggunakan metode cetak saring. Oleh karena itu dalam prosesnya cetak sablon memerlukan sebuah media penyaring tinta yang dinamakan kain saring atau screen. Screen adalah sebuah media penyaring tinta keatas bahan cetak sekaligus tempat meletakkan tinta selama proses penyablonan.

Pada masa-masa awal cetak sablon, screen yang digunakan terbuat dari sutra. Namun sayangnya screen sutra ini tidak memiliki dimentional stability yang baik, karena screen sutra tidak tahan terhadap kelembaban udara, suhu, gesekan, dan juga tidak memiliki resistensi terhadap bahan kimia. Selain itu harga screen sutra juga berharga malah, sehingga proses pencetakan tidak efisien.

Karena berbagai kelemahan screen dari sutra maka dilakukanlah usaha untuk menemukan bahan screen sablon yang lebih baik lagi. Screen-screen baru ini terbuat dari karet alam/sintetis, yaitu Nylon, Polyester, dan juga Stainless Steel. Diantara beberapa jenis kainitu, kain yang terbaik adalah kain stainless steel, karena screen ini amat stabil, kuat, tahan gesekan, dan juga tidak menimbulkan arus listrik. Oleh karena itu screen ini cocok untuk penyablonan diatas gelas, keramik, dan benda2 elektronik.
Warna KainSinar (baik dari matahari maupun lampu) dapat memantul pada kain yang berwarna putih selama proses penyinaran (exspose). Pemantulan yang disebut halation ini menyebabkan gambar/stencil menjadi tidak tajam, gambar pun dapat hilang ataupun tidak jelas.
Ukuran Ketebalan KainKetebalan kain saring (screen) yang digunakan dalam penyablonan dapat mempengaruhi banyaknya tinta yang dipindahkan, dan juga berarti dapat mempengaruhi gambar hasil cetak.

1. S (small/thin)Benang-benangnya tipis, cocok untuk pekerjaan halftone dan gambar-gambar artis. Screen ini cepat rusak.
2. M (medium)Benang-benangnya berukuran sedang, cocok untuk pekerjaan halftone dengan pola gambar yang kasar.
3. T (Thick)Benang berukuran tebal dan cocok untuk berbagai macam jenis pekerjaan.
4. HD (Heavy Duty)Benang-benangnya ekstra tebal. Untuk pekerjaan yang menggunakan mesin, mencetak blok yang besar dan pekerjaan kasar atau besar.

Kehalusan Kain (ukuran kain)Makin halus kain yang digunakan (makin banyak hitungannya dalam 1cm), makin tipis tinta yang dipindahkan. Misalkan kain 390T memindahkan tinta lebih tipis daripada kain 150T.
Merentangkan Kain Saring Pada BingkaiBingkai apapun yang akan digunakan sebelum screen-nya dipasang, harus dibersihkan dahulu dan permukaannya dibuat agak kasar, agar kain saring dapat menempel. Screen harus benar-benar ditarik dan kencang. Kain yang keluar akan memberikan berbagai macam masalah, seperti:

  • Stencil tidak mau menempel pada screen.
  • Emulsi tidak mau menempel dengan rata dan sulit dicuci.
  • Silit register pada saat penyablonan.

Giant screen printing machine

screen printing machine